SDIT Tahfidz Bintangku – Siswa kelas 4 hingga 6 SDIT Tahfidz Bintangku mengikuti kegiatan sosialisasi bertema tanaman, fungsi, dan kandungan gizi yang berlangsung di Aula Serbaguna SDIT Tahfidz Bintangku. Kegiatan ini diisi langsung oleh Ustadzah Ais, salah satu guru SDIT Tahfidz Bintangku yang memiliki kompetensi dan kepedulian tinggi terhadap bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang pentingnya tanaman bagi kehidupan manusia, baik dari segi fungsi ekologis maupun manfaat kesehatan melalui kandungan gizi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya mengonsumsi sayur dan buah sebagai bagian dari pola hidup sehat, serta mendorong siswa untuk mencintai lingkungan melalui kegiatan menanam.
Dalam sosialisasi yang berlangsung secara interaktif, Ustadzah Ais memaparkan berbagai materi dengan menggunakan media audio visual dan contoh tanaman segar yang dibawa langsung ke lokasi. Beliau menjelaskan bahwa tanaman memiliki beragam fungsi, antara lain sebagai sumber oksigen, penahan erosi, pengatur iklim mikro, serta sebagai habitat bagi makhluk hidup lainnya. Dari sisi pangan, tanaman berfungsi sebagai sumber karbohidrat, protein nabati, vitamin, mineral, dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Lebih lanjut, beliau menguraikan kandungan gizi dari beberapa tanaman yang mudah ditemui sehari-hari, seperti bayam yang kaya akan zat besi dan vitamin K untuk mencegah anemia dan menjaga kesehatan tulang; wortel dengan kandungan beta-karoten yang baik untuk kesehatan mata; brokoli yang mengandung antioksidan tinggi untuk mencegah berbagai penyakit; serta pisang yang kaya akan kalium untuk menjaga kesehatan jantung dan fungsi otot. Siswa juga dikenalkan dengan istilah “makanan berwarna-warni” sebagai cara mudah mengingat bahwa semakin beragam warna sayur dan buah yang dikonsumsi, semakin lengkap pula nutrisi yang didapatkan.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga diisi dengan sesi tanya jawab yang sangat meriah. Para siswa antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari bagaimana cara menanam tanaman yang benar di pot sempit hingga alasan mengapa beberapa anak seusia mereka enggan mengonsumsi sayur. Ustadzah Ais dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dan memberikan tips kreatif, seperti mengolah sayur menjadi bentuk yang menarik atau mencampurkannya ke dalam makanan favorit seperti nugget atau smoothie.
Kepala SDIT Tahfidz Bintangku, Ustadzah Trisno, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap setelah kegiatan ini, anak-anak semakin sadar untuk mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, serta memiliki inisiatif untuk menanam tanaman di lingkungan rumah dan sekolah,” ujarnya. Sementara itu, Ustadzah Ais selaku pemateri juga menyampaikan harapannya, “Saya ingin anak-anak tidak hanya hafal teori, tetapi benar-benar mencintai tanaman dan sadar bahwa sayur serta buah adalah anugerah Allah yang luar biasa untuk kesehatan tubuh mereka.”
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen SDIT Tahfidz Bintangku dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran gizi dan cinta terhadap alam sejak usia dini.

Leave a Reply