SDIT Tahfidz Bintangku – Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti Studio SDIT Tahfidz Bintangku pada Senin, 11 Mei 2026, ketika puluhan siswa kelas 3 hingga 6 mengikuti Imtihan IWR (Ilman wa Ruhan), sebuah ujian komprehensif yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menilai aspek spiritual dan karakter Qur’ani peserta didik. Kegiatan ini diikuti secara khusus oleh siswa yang telah tuntas mencapai target capaian pembelajaran dan sebelumnya telah lulus serangkaian ujian internal dari sekolah.
Bertempat di studio sekolah yang biasa digunakan untuk kegiatan rekaman dan produksi konten edukasi, ruangan tersebut disulap menjadi area ujian yang representatif dengan pencahayaan yang nyaman dan peralatan audio yang mendukung. Suasana khidmat semakin terasa karena penguji yang hadir bukanlah guru biasa, melainkan perwakilan langsung dari BP2Q IWR pusat, yakni Ustadz Ihya’ Ulumuddin, seorang pakar yang kompeten dalam metode Ilman wa Ruhan. Kehadiran beliau memberikan bobot tersendiri sekaligus menjadi motivasi besar bagi para peserta yang sebagian besar mengaku gugup namun bersemangat.
Tujuan utama diselenggarakannya Imtihan IWR ini adalah untuk mengevaluasi secara holistik pencapaian belajar Al-Qur’an siswa. Tidak sekadar menguji hafalan, imtihan ini dirancang untuk mengukur kompetensi bacaan yang meliputi kefasihan, makhraj huruf, dan penerapan ilmu tajwid sesuai jenjang belajar; mengevaluasi kelancaran, ketepatan ayat, serta pemahaman hafalan Al-Qur’an; serta melakukan penilaian karakter atau yang disebut dengan ruuhan, yakni memastikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an menanamkan nilai-nilai spiritual dan akhlak Islami dalam keseharian siswa.
Selain itu, hasil imtihan ini juga menjadi tolak ukur resmi untuk menentukan kenaikan tingkat atau jilid hafalan selanjutnya. Pendekatan Ilman wa Ruhan yang menjadi metode pengajaran Al-Qur’an di sekolah ini memang dirancang untuk membentuk generasi yang cerdas secara keilmuan agama sekaligus memiliki ikatan emosional dan spiritual yang kuat dengan Kitabullah.
Proses ujian berlangsung dari pagi hingga sore hari, dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Setiap siswa dipanggil satu per satu menghadap Ustadz Ihya’ Ulumuddin untuk membaca beberapa potongan surat, memperlihatkan hafalan juz ‘amma yang ditargetkan, serta menjawab pertanyaan ringan seputar pemahaman ayat dan penerapan akhlak. Para peserta terlihat antusias meskipun tidak sedikit yang mengaku deg-degan. “Saya merasa sedikit gugup, tapi senang karena langsung diuji oleh ustadz dari pusat. Doakan saya bisa naik jilid,” ujar Aisyah, salah satu peserta kelas 4, dengan wajah berseri-seri usai menjalani ujian.
Kepala SDIT Tahfidz Bintangku, Ustadzah Fatimah Azzahra, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa Imtihan IWR ini menjadi momen sakral sekaligus strategis dalam mencetak generasi Qur’ani.
“Imtihan IWR ‘Ilman wa Ruhan bukan sekadar tes lisan biasa. Ini adalah momentum di mana anak-anak kami diukur tidak hanya hafalannya, tetapi juga hatinya. Kami ingin generasi Qur’ani yang lahir dari sekolah ini mampu membaca Al-Qur’an dengan fasih, memahami maknanya, serta mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan nyata. Terima kasih kepada Ustadz Ihya’ Ulumuddin dan tim BP2Q IWR yang telah memastikan standar kualitas ujian tetap tinggi. Semoga hasil imtihan ini menjadi pijakan menuju generasi cinta Al-Qur’an sepanjang hayat,” tuturnya dengan penuh haru.
Dengan terselenggaranya Imtihan IWR ini, SDIT Tahfidz Bintangku kembali mengukuhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas siswa secara utuh. Hasil resmi imtihan direncanakan akan diumumkan dalam pekan depan bersamaan dengan rapat kenaikan tingkat siswa.

Leave a Reply