SDIT Tahfidz BINTANGKU terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik dan tahfidz Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap toleran, dan kecintaan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo dalam penguatan budaya religius sekolah (School Religious Culture).
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SDIT Tahfidz BINTANGKU ini menjadi momentum penting bagi sekolah dalam memperluas wawasan peserta didik tentang makna hidup rukun dalam keberagaman. Melalui sinergi ini, sekolah berkomitmen menanamkan nilai moderasi beragama sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan.
Rombongan FKUB Kota Probolinggo yang dipimpin oleh Pak Hudri selaku Ketua FKUB, hadir bersama Wakil Ketua I Drs. Dawan Ihsan, Wakil Ketua II Dr. Budi Krisyanto, dan Bendahara Drs. Agus Maryono. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala SDIT Tahfidz BINTANGKU, Ustadzah Trisni, beserta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Trisni menyampaikan bahwa SDIT Tahfidz BINTANGKU memandang sekolah sebagai ruang aman dan nyaman bagi tumbuhnya nilai-nilai keislaman yang ramah, sejuk, dan menjunjung tinggi persaudaraan.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman agama yang kuat, namun tetap terbuka, santun, dan menghargai perbedaan. Nilai-nilai ini perlu dibiasakan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka,” tutur Ustadzah Trisni.
Kolaborasi dengan FKUB diharapkan dapat memperkaya praktik pembelajaran dan budaya sekolah, terutama dalam membangun sikap saling menghormati, cinta damai, serta tanggung jawab sebagai warga bangsa. Sekolah juga diarahkan untuk berperan sebagai agen perdamaian yang menebarkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Pak Hudri mengapresiasi langkah SDIT Tahfidz BINTANGKU yang membuka ruang kolaborasi lintas lembaga demi penguatan moderasi beragama. Menurutnya, sekolah dasar memiliki posisi strategis dalam membentuk cara pandang anak terhadap keberagaman.
Selain penguatan nilai moderasi, kerja sama ini juga menyentuh aspek kepedulian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Peserta didik dikenalkan pada konsep menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan, sekaligus diajak memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah nilai universal yang menyatukan seluruh umat manusia.
Bagi SDIT Tahfidz BINTANGKU, kolaborasi ini menjadi bagian dari Jejak Inspirasi dalam membangun budaya sekolah yang religius, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. Harapannya, nilai-nilai yang ditanamkan tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga mengalir dalam kehidupan siswa di tengah masyarakat.

Leave a Reply