SDIT Tahfidz Bintangku sukses menyelenggarakan kegiatan Market Day bertema pertanian dan perikanan yang bertempat di halaman sekolah pada [Isi dengan Tanggal Pelaksanaan]. Agenda ini digelar sebagai bentuk tindak lanjut nyata dari program Vokasi dan Leadership yang sebelumnya telah dilaksanakan para siswa di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo.
Market Day kali ini dirancang khusus sebagai puncak dari rangkaian Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning). Setelah mendapatkan edukasi langsung di DKPPP mengenai budidaya dan pengolahan hasil bumi, para siswa kelas 3 hingga kelas 6 ditantang untuk mengimplementasikan ilmu tersebut ke dalam ekosistem niaga yang sesungguhnya—mulai dari tahap produksi, pengemasan, strategi promosi, hingga proses transaksi dengan konsumen.
Dengan pendampingan dari dewan guru dan orang tua, para siswa antusias menjajakan berbagai produk kreatif berbasis pangan lokal. Komoditas yang dipasarkan cukup beragam, meliputi produk hilirisasi perikanan seperti nugget, bakso, dan kerupuk ikan, hingga produk pertanian berupa sayur segar serta aneka camilan tradisional berbahan dasar singkong.
Kepala SDIT Tahfidz Bintangku menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah keberlanjutan proses belajar siswa. “Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang didapat saat vokasi tidak berhenti pada bangku kunjungan saja. Market Day ini menjadi wujud nyata bahwa siswa kami mampu mengonversi pengetahuan teoretis menjadi keterampilan hidup (life skills) yang bernilai guna,” ungkapnya.
Internalisasi Visi Sekolah Lewat Enam Pilar Kegiatan
Penyelenggaraan Market Day ini secara matang mengintegrasikan beberapa indikator capaian yang selaras dengan visi besar sekolah, di antaranya:
- Penguatan Ketahanan Pangan: Membangun kedekatan siswa dengan potensi pangan lokal serta kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
- Penumbuhan Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship): Melatih pola pikir kreatif, akurasi perhitungan modal dan laba, serta prinsip integritas dalam berbisnis.
- Pengembangan Kepemimpinan dan Kerja Sama: Mengasah manajerial kelompok melalui pembagian peran yang terstruktur pada divisi produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
- Peningkatan Keterampilan Komunikasi: Melatih keberanian, tata krama, dan kemampuan negosiasi siswa saat berinteraksi langsung dengan pelanggan.
- Penanaman Nasionalisme Lokal: Menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap kualitas hasil pertanian dan perikanan daerah sendiri.
- Sinergi Tripartit Sekolah: Memperkuat hubungan kolaboratif yang harmonis antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua murid sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan.
Antusiasme dan Dukungan Positif Pemangku Kepentingan
Pelaksanaan kegiatan terpantau berjalan kondusif dan meriah. Para siswa tampak percaya diri saat menawarkan produk edukatif mereka kepada guru, wali murid, dan pengunjung yang memadati area stan. Kreativitas dekorasi stan pameran juga turut menambah daya tarik agenda tahunan ini.
Pengalaman berharga ini dirasakan langsung oleh siswa. “Senang sekali bisa menjual hasil olahan ikan yang saya buat sendiri. Ternyata berniaga itu memiliki tantangan tersendiri; kita harus ramah dan mampu menjelaskan keunggulan produk dengan baik,” ujar salah satu siswa kelas 4 yang bertugas di stannya.
Apresiasi senada turut disampaikan oleh perwakilan orang tua murid yang hadir mendukung acara. Menurut mereka, metode pembelajaran kontekstual seperti ini memberikan dampak yang jauh lebih membekas pada tumbuh kembang anak. “Kegiatan ini sangat aplikatif. Anak-anak tidak hanya menghafal teori di dalam kelas, tetapi dituntut terjun langsung. Mereka belajar menghargai proses pengolahan pangan sekaligus memahami dasar-dasar dunia usaha. Ini adalah bekal karakter yang luar biasa,” urainya.
Melalui keberhasilan Market Day ini, SDIT Tahfidz Bintangku kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan komprehensif yang tidak hanya unggul di bidang akademis dan keagamaan, melainkan juga adaptif dalam membekali siswa dengan kecakapan hidup abad ke-21. Sekolah berharap para lulusan kelak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, mandiri, dan berkarakter Qur’ani yang siap berkontribusi bagi masyarakat luas.

Leave a Reply