Membangun Generasi Tangguh: SDIT Tahfidz Bintangku Gelar PERJUSA KemahKU 4 di SMAN 4 Kota Probolinggo

SDIT Tahfidz Bintangku – Sebanyak 100 lebih siswa SDIT Tahfidz Bintangku mengikuti kegiatan Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) bertajuk KemahKU 4 yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 15 hingga 16 Mei 2026, bertempat di area lapangan dan lingkungan SMAN 4 Kota Probolinggo. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 dengan didampingi oleh para guru dan pembina pramuka sepanjang pelaksanaan.

Tujuan utama dari perkemahan ini adalah untuk melatih kemandirian, menumbuhkan rasa tanggung jawab, membangun kerja sama tim yang solid, menjaga kekompakan antaranggota, serta mengasah kemampuan komunikasi yang efektif di antara sesama anggota regu. Setiap anak dalam satu regu mendapatkan pelajaran langsung melalui pengalaman nyata di lapangan, termasuk dalam hal memasak dan mengatur konsumsi mereka sendiri dari hari pertama hingga hari terakhir, tanpa bergantung pada layanan katering atau bantuan penuh dari guru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Setelah upacara, para siswa melaksanakan shalat dhuha bersama, kemudian dilanjutkan dengan shalat Jumat berjamaah di masjid sekitar lokasi perkemahan. Sepanjang hari pertama, setiap shalat fardhu selalu dilaksanakan secara berjamaah tanpa terkecuali, mengajarkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap waktu ibadah.

Puncak kegiatan di hari pertama adalah Jelajah Amanah, di mana setiap regu diberikan satu kalimat amanah yang harus mereka hafalkan dan sampaikan secara utuh kepada juri di pos terakhir. Di sepanjang rute jelajah, setiap regu menghadapi berbagai pos tantangan yang mengharuskan mereka untuk saling berkomunikasi dengan baik, berbagi tugas, menguatkan anggota yang lemah, dan menjaga kekompakan agar tidak ada yang tertinggal. Setelah seluruh regu menyelesaikan penjelajahan, acara dilanjutkan dengan penampilan kreatif dari setiap regu, mulai dari drama singkat hingga yel-yel bertema kepramukaan dan keislaman.

Memasuki hari kedua, Sabtu, 16 Mei 2026, dini hari sebelum fajar menyingsing, kegiatan dilanjutkan dengan shalat tahajud yang dilakukan secara mandiri. Usai shalat tahajud, kegiatan penjelajahan malam dimulai. Dalam kegelapan malam yang masih pekat, setiap regu diberi tantangan untuk menjelajahi area sekitar perkemahan dengan mengandalkan senter tembak seadanya dan kekompakan tim. Penjelajahan malam ini dirancang untuk menguji keberanian, kepercayaan kepada sesama anggota regu, serta kemampuan komunikasi non-verbal dalam kondisi minim cahaya.

Setiap regu harus melewati beberapa pos yang telah disiapkan panitia, di mana mereka diberikan tugas-tugas seperti mengidentifikasi suara dari kejauhan, menemukan benda yang disembunyikan, atau menjawab pertanyaan seputar pramuka dan keislaman. Penjelajahan malam berakhir tepat sebelum azan Subuh berkumandang, meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya saling percaya dan bekerja sama dalam situasi sulit.

Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kegiatan tilawah Al-Qur’an sebagai penyegaran rohani sebelum memulai aktivitas fisik. Pagi harinya, seluruh peserta mengikuti senam pagi bersama di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan dan merapikan tenda serta area perkemahan masing-masing secara mandiri. Dalam aktivitas ini, setiap regu membagi tugas dengan komunikasi yang jelas—siapa yang menyapu, siapa yang mengumpulkan sampah, siapa yang melipat perlengkapan—sehingga pekerjaan selesai dengan cepat dan rapi.

Yang menjadi ciri khas utama dari KemahKU 4 tahun ini adalah bahwa sejak hari pertama hingga hari terakhir, setiap regu bertanggung jawab penuh untuk memasak sendiri kebutuhan makan mereka. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam di hari pertama, serta sarapan dan makan siang di hari kedua, semuanya diolah oleh para siswa secara mandiri dengan pengawasan terbatas dari guru pendamping.

Setiap regu harus merencanakan menu, membagi tugas memasak, mengatur waktu, serta mengelola stok bahan makanan mereka sendiri. Ada regu yang berhasil memasak dengan sangat baik, namun ada pula yang mengalami kendala seperti kehabisan gas atau masakan yang kurang matang. Namun, justru dari kendala itulah mereka belajar untuk berkomunikasi, meminta bantuan kepada regu lain, dan menyelesaikan masalah bersama. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kemandirian bukan berarti menutup diri dari bantuan sesama, dan bahwa kerja sama tim adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kepala SDIT Tahfidz Bintangku, Ustadzah Fatimah Azzahra, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa KemahKU 4 dirancang khusus untuk membentuk karakter siswa secara utuh. “Kami tidak sekadar mengajak anak-anak berkemah untuk bersenang-senang. Setiap rangkaian kegiatan, mulai dari jelajah amanah, penjelajahan malam, hingga memasak sendiri dari hari pertama sampai hari terakhir, semuanya bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemandirian. Kami ingin setiap anak dalam satu regu belajar bahwa mereka adalah satu kesatuan. Mereka harus saling berkomunikasi, menjaga kekompakan, dan bekerja sama.

Penjelajahan malam mengajarkan keberanian dan saling percaya, sementara memasak sendiri mengajarkan bahwa hidup butuh usaha dan tidak ada yang instan. Ini adalah bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujarnya. Salah satu peserta, Raffasya dari regu Elang, mengaku sangat senang dan banyak belajar dari pengalaman ini, terutama saat harus bekerja sama dengan teman-temannya saat memasak dan saat melewati tantangan penjelajahan malam yang gelap dan menegangkan. Dengan berakhirnya KemahKU 4 pada Sabtu sore, seluruh peserta pulang membawa pengalaman berharga tentang kemandirian, kekompakan, dan kebersamaan yang akan dikenang sepanjang hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengumuman

Download

Belum ada unduhan yang dipublish